Tawa Sederhana yang Menjahit Hari
Karya: Ni Wayan Mery SulatriCahaya pagi yang masih malu-malu menampakkan dirinya,
meski begitu, tawa sudah menyemarakkan ruangan.
Ada tawa yang muncul karena perkataan,
maupun menjelma dari perbuatan.
Suasana yang awalnya terasa sunyi,
perlahan memudar dihapus canda tawa.
Canda juga tawa bukanlah sekadar hal biasa yang mudah sirna.
Namun perlahan bersemayam dalam benak,
kelak, ketika hari kembali menjadi sunyi.
Ingatan itu akan kembali hadir bahwa kita pernah hanyut bersamanya.
Mungkin ia tidak datang untuk selalu terikat,
namun ia hadir untuk menjahit tawa di hari sunyi.
Bali, 12 September 2026