Senja tanpa gelak mesramu
Karya: NAILAS SANGADAHSenja Tanpa Gelak Mesramu
Lembayung melukis akasa yang mula mengatup,
membawa renjana yang pelan merengkuh.
Dulu, di bawah jingga yang perlahan sirna,
hanya sosokmu yang hadir, utuh baswara.
Tawa renyahmu memecah sepi yang kelam,
berbaur mesra bersama derap anila.
Namun kini, memantul dalam benak yang muram,
menjelma menjadi sembilu paling dalam.
Aku menatap senja yang sama seperti dulu,
mencari bayangmu di balik awan kelabu.
Sebab dulu, senja hanyalah kanvas sejana,
dan tawamu adalah puncak pesonanya
Kebumen, 5 september 2026