Musim Yang Tak Pandai Berjanji
Karya: Muhammad Heriawan SyahputraTangis tak selalu lahir dari mata,
kadang ia tumbuh di sela sunyi,
menjadi embun yang enggan jatuh,
menunggu malam kehilangan arti.
Aku pernah menyimpan namamu
di lipatan senja yang tak selesai,
agar angin tak sempat membaca
rahasia yang kupelihara sendiri.
Namun, hati memiliki musimnya,
dan musim tak pernah pandai berjanji.
Ia datang membawa bunga,
lalu pergi meninggalkan duri.
Barangkali mencintai adalah kesalahan
yang sengaja kupeluk dalam diam,
sebab sebelum tanganmu melepaskan,
aku telah lebih dahulu menghilang.
Kini tangis menjadi bahasa,
ketika bibir kehilangan suara.
Air mata menulis sesuatu
yang tak mampu kubaca.
Dan dalam gelap dan tangis,
aku belajar: kehilangan
kadang bermula dari keberanian
untuk mencintai tanpa memiliki.
Medan, 11 September 2026