Sunyi di Antara Riuh Ruang Kelas
Karya: Mohammad SyarifudinDi balik gelak tawa yang memenuhi koridor sekolah,
aku berjalan menyusuri lorong dengan bayang-bayang yang berat.
Topeng tersenyum ini telah kupasang sejak pagi,
menyembunyikan remuk di balik binar mata yang dipaksakan.
Di meja belajar, lembar-lembar buku menjadi saksi,
harapan orang tua yang menumpuk di atas pundakku.
Aku mengejar cita-cita yang dirancang orang lain,
sambil perlahan kehilangan ingatan tentang siapa diriku.
Malam merayap masuk ke dalam kamar yang gelap,
melepaskan sisa tenaga yang tertahan sepanjang hari.
Di bawah selimut yang dingin, air mata jatuh tanpa suara,
menjelma telaga sunyi tempat jiwaku yang lelah bersembunyi.
Aku adalah pemuda yang asing pada cermin sendiri,
bertahan hidup dalam jeda antara tuntutan dan kesepian.
Grobogan, 12 September 2026