Tawa, Senjata yang Sunyi
Karya: Miftahul Khair MubarakAku tertawa bukan karena tanpa luka,
sebab luka sudah lama menguasai raga,
kurebut kembali sedikit dari amarah dunia,
walau hanya untuk satu tarikan napas saja.
Setiap kali kau membuatku tergelak tanpa sangka,
aku sedang melawan sesuatu yang tak kau duga,
sebuah pertempuran kecil melawan jiwa,
yang selalu memilih diam daripada bahagia.
Tawa adalah wira yang paling sederhana,
tak perlu medan perang atau senjata,
cukup satu lelucon burukmu yang nyata,
dan aku menang sebentar dari duka lama.
Bertahun-tahun kemudian aku tetap tertawa,
bukan sebab luka itu sudah sirna,
tapi sebab aku menolak tunduk padanya,
dan memilih riang sebagai bentuk pemberontakan jiwa.
Majene, 02 september 2026