Gelembung tawa di pagi hari
Karya: Michelle aurora permanaDi sudut pagi yang masih malu-malu
Tawa meletus seperti gelembung sabun
Menabrak dinding sepi
Lalu pecah menjadi ribuan pelangi
Tawa tidak pernah bertanya mengapa sedih datang
Ia hanya datang membawa obat yang paling sederhana
Sebuah suara yang mengguncang dada
Menyembuhkan luka yang tidak terlihat mata
Di tawa anak kecil ada dunia tanpa beban
Di tawa orang tua ada cerita yang dipetik dari waktu
Di tawa kita ada jembatan
Yang menyatukan perbedaan menjadi satu nada
Maka tertawalah
Biar bumi tahu bahwa manusia masih percaya pada bahagia
Biar hati tahu bahwa luka bisa sembuh
Hanya dengan satu tawa yang tulus
Bogor, 14 September 2026