Rintih di bawah kelopak
Karya: Marshya RacellyDi bawah riuh tawanya seseorang,
menyimpan luka yang membisu.
Tidak semua yang mampu bisa dibilang,
terkadang air mata lebih jujur dari katamu.
Sudut kamar menjadi saksi tangis setiap malam,
ketika isi-isi kepala lagi berisik.
Air mata jatuh tanpa mengalir begitu dalam,
biar semua beban yang menumpuk akhirnya retak.
Tangis bukan berarti hati sedang kalah,
cuma cara hati buat berdamai sama rasa.
Usai air mata, hati perlahan teduh,
lalu hari-hari kembali punya warna.
Tanjung enim Sumatra Selatan, 11 September 2026