Bising di Balik Bibir
Karya: Marrisa Gita PutriTawa itu tiba-tiba lahir terlalu nyaring,
dari sesuatu yang telah lama sekarat.
Ia melompat dari bibirku,
mengoyak keheningan,
lalu berputar di kepala orang-orang
seolah bahagia pulih menemukan jiwanya lagi.
Tak seorang pun bertanya,
mengapa aku bisa tertawa selama itu.
Mereka hanya menyambutnya dengan
wajah-wajah yang percaya dan membingungkan.
Aku pun meneruskan sandiwara,
membiarkan tawa menjalar
menutupi retakan yang selama ini ternganga.
Semakin keras bunyinya,
semakin jauh aku mengenali suara diriku.
Hari demi hari terus berganti.
Tawa itu masih sama;
masih renyah, masih menyakinkan,
masih berhasil menipu siapa saja.
Hanya aku yang tahu,
setiap kali ia melebur dari bibirku,
ada sesuatu dalam diriku
yang ikut patah sedikit demi sedikit.
Lubuklinggau, 10 September 2026