Rumah yang Kehilangan Kata Pulang
Karya: Laurenza Anggrecia br. SiraitKatanya, rumah adalah tempat untuk pulang.
Tempat paling aman untuk menjadi diri sendiri,
tempat air mata boleh jatuh tanpa harus disembunyikan.
Dulu, aku percaya itu.
Sampai akhirnya rumahku berubah.
Tawa yang dahulu memenuhi ruangannya
perlahan hilang,
digantikan diam yang terasa begitu panjang.
Cerita-cerita yang dulu ingin terus kuulang,
kini hanya mampu kukenang sambil menahan tangis.
Aku masih tinggal di rumah yang sama,
melihat dinding yang sama,
melewati pintu yang sama.
Namun, entah mengapa,
rasanya aku seperti sedang menjadi tamu
di tempat yang dulu kusebut rumah.
Aku rindu pulang,
tetapi kepada siapa harus aku pulang
jika rumah yang kurindukan
hanya hidup di dalam kenangan?
Dan mungkin, itulah tangis yang paling sunyi
ketika seseorang merindukan rumah,
tetapi rumah itu sendiri
sudah tidak terasa seperti rumah.
Semarang, 31 Agustus 2026