Ken Ali Muharrom - Langit, Awan, dan Air Mata (OSN 3.8)

📅 02 September

 Langit, Awan, dan Air Mata

Karya: Ken Ali Muharrom


Di bawah langit yang perlahan menghitam,
saya duduk bersama sepi yang datang.
Awan kelabu menggantung begitu dalam,
menyembunyikan biru yang dahulu terang.

Air mata jatuh tanpa suara,
membasahi pipi yang lelah bertahan.
Tidak ada tempat untuk bercerita,
hanya doa yang menjadi pegangan.

Saya sering memandangi awan biru,
mencari tenang di luasnya langit.
Sebab setiap awan pasti berlalu,
seperti luka yang perlahan surut.

Dalam sendiri, saya belajar mengerti,
bahwa tidak semua luka perlu suara.
Ada tangis cukup disimpan dalam hati, lalu diserahkan seluruhnya kepada-Nya.

Saya ingin melihat keluarga bahagia,
meski perjalanan belum selesai.
Saya titipkan harapan kepada-Nya,
agar langkah tetap menemukan damai.

Jika nanti langit kembali biru,
saya ingin tersenyum tanpa sembunyi.
Sebab tangis pernah hadir di setiap waktu,
dan kesendirian mengajarkan saya mengenal diri.



Jakarta, 31 Agustus 2026