di Balik Cakrawala
Karya: Karina AgustinaTemaram menyimpan rasa yang enggan dibawa menuju terang. Di balik jendela, langit menggantungkan mendung tanpa pernah menjadi rinai. Ia tetap membentangkan biru, meski kelabu mengendap di balik cakrawala.
Sanubari ini senyap di tengah riuh, menyimpan sesuatu yang tak menemukan aksara. Di ambang petang, aku belajar dari helai hijau yang jatuh pasrah mengikuti angin. Senja perlahan meluruh, menyisakan semburat asing di batas hari.
Aku berdiri di antara cahaya dan bayang masa lalu, mencari alasan mengapa seuntai kata masih menggema dalam sepi. Ada perasaan yang menolak menjelma suara agar tetap aman bersembunyi. Biarlah ia mengakar sebagai sunyi di dasar sanubari, menyimpan tangis yang tak sempat menetes, lalu luruh menjadi pilu yang tak pernah sampai pada jendela jiwa.
Garut, 4 September 2026