Tangis Malam Ini
Karya: JIHAN MARJULIANTIMalam ini aku menangis lagi
Aku duduk sendiri dikamar.
Menatap diriku, di pantulan cermin lemari
Dalam duhkha, aku sendiri,
Bagaikan viraha yang begitu dalam.
Namun... Sayangnya tangis ku ini,
Hanyalah dianggap lemah.
Padahal.. Aku hanya lelah harus berpura-pura kuat.
Tatkala itu tetes air mata
Jatuh membawa cerita
Tentang jalan yang jauh
Dan yang tidak mudah ku jalanin
Kadang hanya mendengar tangis
Yang menemani luka jiwa ini
Tanpa banyak bicara atau bertanya
Namun sangat amat lengkara
Ngajap pada abisatya
Cinta ku.. Kasih sayang ku.. Ditolak mentah-mentah olehnya "Dian"
Yang ku cintai, sungguh kejam hatimu!
Dengan mudahnya menyia-nyia kan ku
Sungguh kejam
Itulah yang kurasakan saat ini
Ditengah dinginnya malam
Sendirian namun.. Kuntilanak pun ikut menyaksikan tangis ku.
Dari atas lemari yang sialnya lupa ku penuhi dengan kardus
Agar lekas pergilah dia
Lantaran itulah yang dapat mengusir nya pergi jauh dari pandangan ku.
Biarkan, biarkanlah aku tidak peduli lagi
Aku hanya ingin ketenangan
Demi jiwa dan takut depresi
Hanya karna cintaku ditolak.
Aku percaya setelah hujan turun
Akan ada nirmala fajar yang datang
Menyapa dengan lembut
Membuat hatiku tenang
Tatkala esok pagi
Aku terbangun lagi
Memulai hari
Yang baru lagi, lagi dan lagi
Namun aku lelah
Semua manusia pasti lelah menghadapi hidup nya masing-masing
Itulah hidup banyak cobaannya
Akibat sekolah full day
Mana mbg belum kunjung sampai ke labanan-_-
Tapi... Aku sadar, lelah ini akan menjadi kenangan.
Kenangan manis, yang kelak ku ingat selalu dimasa tua nanti
Dan kurindukan setiap perjalanan ini
Baik suka maupun duka
Ini adalah akhir kalimat yang kusimpan dalam lubuk hati
Demi mengungkapkan perasaan ini.
Kepada Dian.
Meskipun dian menolak ku
Namun dia ditambah n
Adalah seorang pertama yang sukses
Membuat hatiku jatuh sejatuhnya
Cukup sekian dari saya
Jika ada kesalahan baik kata dan cara penulis, mohon dibicarakan baik-baik, bukan malah pergi mencari yang lebih baik
Hidup sendiri tanpa kekasih.
Sekian dan terimakasih 🤗
BERAU, 1 September 2026