Senyum yang berpindah arah
Karya: Irsyal Faiz HauzanAku berdiri di antara riuh yang mendadak sunyi,
menatap satu gadis yang kupuja dalam hati.
Namun malam ini duniaku runtuh tanpa suara.
Lengkung manis di bibirmu mendadak berubah arah.
Senyum yang ingin kujaga, kini mekar sempurna,
bukan untukku, melainkan untuk sahabatku yang melangkah.
Dia tahu betapa besar aku mencintaimu.
Tempatku menumpahkan segala harap tentang dirimu.
Kini dengan tega dia mendekat, merebut binarmu.
Air mataku jatuh di balik tawa palsu.
Dada ini sesak dihantam perih luar biasa ngilu.
Melihat senyummu kini sepenuhnya milik dia,
membunuh jiwaku, menghancurkan cinta dan setia.
Bandung, 1 September 2026