Tangis di Hadapan- Nya
Karya: Irene Br MalauDi dalam sel kecilku yang sunyi,
kupandang dunia yang penuh luka.
Kudengar rintih yang tak terucap,
kulihat beban yang makin berat.
Air mata jatuh bukan karena tak berdaya,
bukan pula iman yang mulai rapuh.
Hanya hati yang tersentuh melihat sesama,
berjuang dalam lelah dan kesepian.
Kutangkupkan tangan di tengah isak,
setiap tetes kusampaikan kepada Tuhan.
Biarlah tangis ini menjadi doa,
yang menguatkan jiwa yang sedang rapuh.
Aku menangis bukan untuk menyerah,
melainkan agar kasih-Nya turun menyembuhkan.
Setiap air mata adalah persembahan tulus,
yang naik ke langit, membawa harapan baru.
Medan, 01 September 2026