Ingka Alpa Soraya Simanullang - Panah Tawamu (OSN 3.8)

📅 16 September

 Panah Tawamu

Karya: Ingka Alpa Soraya Simanullang


Dalam setiap panah yang dilayangkan kala takdir berotasi,
Di sana terdapat racun.
Racun yang membawa kabar pedih,
Racun yang menyimpan pesan membunuh.

Panah itu menancap di dada,
Menghancurkan dinding kokoh telaga bening itu.
Racunnya mengalir sampai pada netra hazel itu,
Mengubah beningnya menjadi darah.

Darah itu perlahan luruh,
Membasahi tempat di mana kau menancapkan panahmu.
Bibirnya melantunkan jeritan lirih,
Tapi bagimu itu suara tawa.

Gelapnya kau penuhi dengan rasa enggan hidup,
Terangnya kau penuhi dengan kaki yang berlutut.
Tangisnya selalu jadi rima merdu bagi telingamu,
Tapi di dalamnya kau tak tahu bahwa dia telah mati.




Sibuluan, 15 September 2026