Tangis yang Belum Selesai
Karya: Indah Awaliatun NisaMalam menjadi saksi ketika air mata jatuh. Aku menangis bukan karena kehilangan, melainkan karena sering membayangkan kehilangan. Masa depan terasa jauh dan penuh ketidakpastian. Aku takut kebahagiaan yang kurasakan hanya sementara, lalu berubah menjadi kenangan yang harus kupeluk sendiri.
Aku mencintaimu dengan harapan, tetapi di balik cinta itu tersimpan ketakutan. Aku takut waktu mengubah perasaanmu, keadaan memisahkan langkah kita, atau seseorang datang dan membuatmu tidak lagi memilihku. Terkadang, saat menatapmu, pikiranku sibuk membayangkan perpisahan. Pilu menangisi seseorang yang masih berada di sampingku.
Mungkin aku jauh memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Aku ingin percaya bahwa kita akan menemukan masa depan yang sama. Namun, jika takdir membawa kita ke arah berbeda, semoga cinta ini pernah menjadi bagian terindah dalam hidupmu. Untuk sekarang, izinkan aku menikmati hari ini tanpa mencemaskan hari esok.
Brebes, 7 September 2026