Tangis yang Tak Sempat Bernama
Karya: ICHA WIJIYANTIMalam tahu lebih banyak
tentang air mata yang jatuh diam-diam.
Ia turun tanpa suara,
seperti rindu yang tak menemukan jalan pulang.
Aku menangis bukan karena lemah,
hanya saja ada hal-hal
yang terlalu berat untuk disimpan sendiri.
Ada kata yang tertahan di tenggorokan,
ada nama yang sengaja tak kusebut lagi.
Kubiarkan tangis itu mengalir,
membasahi pipi dan sedikit demi sedikit
melonggarkan sesak di dada.
Barangkali besok aku akan baik-baik saja.
Barangkali belum.
Tapi malam ini,
biarlah aku menangis sebentar,
sebab bahkan hati yang paling kuat
pun sesekali butuh tempat
untuk berhenti berpura-pura.
medan, 13 september 2026