Dekapan sang gulita.
Karya: Herlina AfriyaAku berlari mencari ujung cahaya.
Aku menafsir setiap hembusan angin.
Aku mencoba keluar dari ruang mati ini.
Namun, ragaku di dekap oleh keheningan gelap.
Aku bertanya kepada sang gelap.
"Apakah aku tidak pantas atas semuanya?"
Lagi-lagi hanya hembusan angin yang menyentuh ragaku.
Tidak ada jawaban, tidak ada tindakan.
Seakan gelap tidak mengijinkan ku keluar dari kesunyian ini.
Aku tidak menyalahkan sang keheningan gelap.
Aku hanya meminta sang cahaya datang menghampiriku.
Rasanya aneh, ketika tubuh ini di selimuti kegelapan.
Namun cahaya enggan menemuiku.
Bandung, 10 September 2026