Tangis yang Disembunyikan Mata
Karya: GitaTangis tidak selalu menjadi air.
Kadang ia menjelma senyum
yang dipaksa menetap di wajah,
sementara sunyi mengendap
di ruang paling dalam dada.
Ada tangis yang lahir dari kehilangan,
namun tak mengenal pemakaman;
ia tinggal di kursi yang kosong,
di nama yang masih tersimpan,
meski tak lagi dipanggil pulang.
Malam menyimpan jejaknya
pada bantal yang basah tanpa suara.
Tak seorang pun tahu
berapa kali hati belajar patah
tanpa meminta untuk dikasihani.
Lalu pagi datang seperti biasa
terlalu terang untuk menyembunyikan luka.
Aku mengerti akhirnya:
tidak semua tangis meminta diseka.
Ada yang cukup dibiarkan jatuh,
hingga menjadi bening
dan mengajarkan hati
cara menerima kehilangan.
Pontianak, 4 September 2026