Menenun Tabah dari Rahim Pelupuk
Karya: Fransiska Gaudensiana AbiAda gerimis luruh sebelum fajar terjaga,bukan rintik beranda, melainkan desak dada.Sebening embun meluncur membasahi sunyi pekat,menghanyutkan sisa lara yang mendekap erat.
Tangis ini bukanlah lambang jiwa yang patah,bukan pula sebaris ratapan takdir menyerah.Ia adalah cara bumi menyeka tanah gersang,agar esok benih ketabahan tumbuh menjulang.
Sebab manusia tidak lahir dari tawa abadi,ia ditempa air mata yang menyucikan hati.Maka biarlah rintik ini mengalir memeluk malam,menjadi lentera paling benderang di dalam kelam.
Kefamenanu, 4 September 2026