Tawa yang Pulang
Karya: FITRIDi antara riuh hari
aku menemukan tawamu,
sederhana,
tetapi mampu membuat sore
terasa lebih panjang.
Kita pernah tertawa
hanya karena hal-hal kecil,
tentang langkah yang salah,
tentang cerita yang tidak lucu,
tentang hidup yang kadang
terlalu serius untuk dijalani.
Aku tidak tahu
ke mana tawa itu akan pergi
ketika waktu membawa kita
ke jalan yang berbeda.
Namun, jika suatu hari
dunia terasa terlalu berat,
semoga kau masih mengingat
pernah ada masa
ketika kita tertawa tanpa alasan,
dan untuk sesaat
tidak takut pada apa pun.
Sebab mungkin,
tawa bukan sekadar suara.
Ia adalah cara sederhana
yang diberikan kehidupan
untuk berkata:
tenanglah,
hari ini masih layak dikenang.
Palembang, 11 September 2026