Nan Dikara dalam Tawa
Karya: FITRI NURKASANAHDunia menuntut segalanya sempurna
Mengabaikan lelah di antara sunyi yang enggan bersuara
Tanpa menanyakan satu hal, apakah aku baik-baik saja?
Gundah dan ramai mengusik hak untuk tenang
Aku menepi, memeluk penat yang tak terucapkan
Dalam riuh kutemukan secercah tenang
Senyumannya, gadis kecil nan periang
Ia adalah gadis kecil pelipur lara
Senyum yang terukir di wajahnya, menyisakan jejak nan dikara
Barangkali aku tak selalu mampu berkata,
Namun melihatmu tersenyum sudah cukup membuatku bahagia
Adikku, engkau tak pernah tahu betapa sederhananya bahagiamu
Mampu menjadi teduh di tengah hari-hari yang semu
Setiap tawa kecilmu datang tanpa aba-aba
Menyegarkan sejenak pikir alam bawah sadarku
Seolah segala letih luruh bersama senyumnya
Dan benar, riuh dan ramai hanya godaan,
Ia akan hilang ditelan perjalanan.
Ngawi, 14 September 2026