Air Mata di Balik Jendela
Karya: Firly Rahma FebriantikaDi sudut kamar yang mulai sepi,
aku diam merenung seorang diri,
Mengingat luka yang singgah dihati,
mengalir air mata tanpa henti.
Malam menatapku dengan iba,
membawa rindu yang kian tersisa.
Tentang cerita yang telah tiada,
meninggalkan perih di dalam dada.
Kini jemariku terbuka perlahan,
Mengubur rasa perih dalam ingatan.
Biar runtuh segala kepedihan,
menanti datangnya hari keindahan.
Namun tangis ini bukanlah kalah,
hanya cara jiwa melepas lelah.
Biar semua beban menjadi punah,
esok bersiap kembali melangkah
Surabaya, 5 September 2026