Temaram yang sunyi
Karya: Fatimah az zahraKu raih secarik kertas usang yang tak lagi dibutuhkan
Bukan lagi genggaman ponsel dengan tatapan kosong dan perasaan yang hampa
Temaram kali ini menyambutku dengan cara yang berbeda
Ia hadir dalam sirah dengan membawa kenangan lama
Selarik tinta menodai lembar putih yang murni
Memutar kembali kenangan yang lalu
Bersamanya aku merasa bahagia
Lantas mengapa takdir selalu berbeda?
Tanpa sadar, ranum mata jatuh menitik lembaran
Sirahnya masih heran yang tetap menggenggam dambaan
Sesakku mulai menjalar perasaan
Bermula embusan nafas yang berat, berubah menjadi lara yang menjerat
Tawaku tak lagi menghampiri, hanya duka yang datang tiba-tiba
Kini, senyumku kelabu dengan sanubari yang pilu
Atmaku membuka lembar baru yang berbeda
Namun, masih ku genggam harapan bertemu kembali di titik yang sama.
Cirebon, 13 September 2026