Jiwa yang sirna
Karya: Endah ayu wara wigatiDi antara kain putih yang kumuh,
terdapat luka yang tak sempat terucap.
Biarkan darah mengalir,
menjadi tanda kelam perbuatan pria itu.
Raganya terjebak dalam kejadian nista
yang membunuhnya perlahan.
Benarkah sakit di tubuhnya menetap lama,
tanpa keadilan yang menyalakan fajar?
Bahkan di gelapnya malam,
raga ini tetap terbentang lemas,
dengan darah yang terus mengering
dalam sunyi lorong tua.
Perasaan tak terungkap
dari perempuan tak bersalah.
Bolehkah aku mencari keadilan
sebelum raga kembali kepada Sang Pencipta?
Apa hanya perempuan
yang tak boleh mendapatkan keadilan
saat bukan kami yang salah?
Bagaimana dengan masa depanku
yang tenggelam di dasar sagara?
Sebelum waktu tiba,
aku ingin keadilan datang
atas kehendak Tuhan,
agar kau menyesal sedalam-dalamnya.
Menjadi cerita bagi perempuan
yang bernasib sama.
Untuk terakhir kalinya aku memohon,
ya Tuhan, berikan keadilan untukku.
surabaya, 10 September 2026