Terpaksa Merindu
Karya: Dzul Akbar FirdausHari ini sungguh berbeda dengan hari kemarin
Yang awalnya kuat menjadi rapuh
Yang tadinya semangat menjadi patah
Karena ragaku kini jauh dengan ragamu
Air mata selalu terjatuh tanpa terasa
Kesedihan terus berlarut dalam renungan
Yang dulu jadi kebiasaan hilang seketika
Aku merasa amat kehilangan sosok dirinya
Kini seakan sinar mentari menjadi padam
Pelangi duniaku sudah tak berwarna
Senja soreku tak lagi indah
Karena dirimu tak ada di sampingku
Tak pernah terduga kita akan berjauhan
Tak terbayangkan kita terpisah oleh jarak dan waktu
Hati rasa tak ikhlas menerima
Namun apa daya Tuhan lebih tahu apa yang terbaik
Kini kita hanya saling menyapa dari kejauhan
Agar hubungan ini selalu terjaga
Mencegah saling curiga dan menduga
Lalu pada akhirnya kita sepakat untuk merindu
Bogor, 11 September 2026