Dina Rismanda S - Menerima Tanpa Bertanya Mengapa? (OSN 3.8)

πŸ“… 05 September

 Menerima Tanpa Bertanya Mengapa?

Karya: Dina Rismanda S



Malam ini air mata jatuh sendiri,
Tanpa kusuruh, tanpa kuminta datang,
Seperti embun di ujung pagi hari,
Menetes pelan di atas dada yang lapang.

Aku lelah bertanya pada langit,
Mengapa jalan ini bagiku terjal,
Dan luka ini menetap meski hanya sedikit,
Namun pergi meninggalkan jejak yang kekal.

Namun kini kuletakkan semua tanya,
Biarkan ia pergi, tak lagi ku cari jawaban,
Sebab tak semua duka butuh pembelanya,
Cukup dirasa, lalu dilepas perlahan.

Aku belajar dari karang di lautan,
Yang diam meski ombak menghantam,
Ia tak pernah membalas dengan keluhan,
Hanya diam, kokoh dan tenang.

Aku belajar dari pohon yang merunduk,
Melepas daun kala musim tiba,
Ia tak menangis walau harus terpuruk,
Sebab tahu semi akan kembali ada.

Biarlah kali ini aku terisak,
Bukan karena rapuh, tapi karena legΠ°,
Biarlah tangis ini menjadi jejak,
Menuju jiwa yang damai dan berjaga.

Air mata ini bukan kekalahan,
Ini caraku berdamai dengan keadaan,
Sebab menerima bukan berarti pasrah,
Ia hanya berhenti menyalahkan.

Sebab hidup tak pernah memberi kepastian,
Untuk setiap tanya yang kita ajukan,
Ia hanya memberi dua pilihan,
Menerima dengan ikhlas, atau terus bertahan dengan ribuan pertanyaan.

Aku memilih menerima dengan tenang,
Bukan sebab telah kuat seutuhnya,
Tapi karena hati ini mulai lapang,
Bahwa ikhlas adalah pelabuhan segala rasa.

Dan jika esok masih ada air mata,
Aku tak akan lagi menahannya sendiri,
Sebab menangis pun bagian dari doa,
Cara jiwa berbicara pada ilahi.




Surabaya, 04 September 2026