Ekonomi Membantah Mimpi
Karya: Didah WahidahPunggung ini menanggung seorang diri Mati-matian mencoba memahami
Merelakan asa yang berarti
Demi ekonomi yang tak pasti
Hutang keluarga harus kumengerti
Menabung demi bertahan satu hari
Mimpiku satu persatu harus luruh lagi
Aku tak gagalkan jadi seorang putri?
Bak lilin kecil yang menerangi
Membunuh diri tanpa menyadari
Tak dihiraukan saat redup dan mati
Hasrat tuk kuliah ternyata harus kuakhiri
Angan mereka ingin ku berkecukupan
Namun, dapatkah si sulung bertahan?
Setelah rembulan tiba, terdengar isakan
Memikirkan apa yang harus kulakukan
Lambat laun nestapa mulai kurasa
Tertinggal jauh dari teman sebaya
Merajut asa di raga bermuara duka
Itukah pertanda batin penuh luka?
Kini atmaku berlabuh pada tuhan
Berserah diri melangitkan harapan
Memahat tabah menjalani kehidupan
Akankah Sang Kuasa mengabulkan?
Bekasi, 12 September 2026