Langkah Sunyi di Ujung Malam
Karya: Devista Adiya AnishiaMalam merayap membawa luka yang paling rupa,
menghapus tawa yang pernah singgah tanpa sapa,
segala janji mendadak pudar dan hilang rasa,
meninggalkan jejak pedih yang kian menyiksa.
Aku berdiri menatap langit yang kian legam,
meredam gelisah yang merayap semakin dalam,
bayangmu tetap hadir membawa sepi paling kelam,
memaksa dada menampung lara tanpa pernah padam.
Kini hanya tersisa remang di lorong yang sunyi,
menanti keajaiban yang tak pernah kunjung kembali,
rindu ini perlahan membusuk menjadi sebentuk benci,
tenggelam bersama asa yang pupus diguyur hujan malam ini.
Gunungkidul, 9 September 2026