Dekap Aku, Mama
Karya: Azkiya Nur IstiqomahMalam selalu tahu
ke mana harus membawa rinduku kepadamu, Mama.
Entah berapa kali namamu
lolos bersama isak yang tak mampu kutahan.
Aku rindu.
Rindu suara yang dahulu memanggilku pulang, rindu tangan yang mengusap kepalaku saat dunia terasa terlalu berat.
Kutatap sudut kamar yang kosong,
berharap, kau tiba-tiba ada di sana.
"Mama, aku rindu."
Tangisku pecah.
Lalu, tanpa sadar, hangat perlahan menyentuh pundakku.
Sepasang lengan mendekapku dari belakang, erat, lembut, seperti dahulu.
Aku memejamkan mata.
Sesaat, aku tidak merasa sendirian.
Namun, ketika kubuka mata, tidak ada siapa-siapa.
Hanya kamar yang tetap sunyi.
Mungkin kau tidak pernah benar-benar pergi, Mama.
Kau hanya tidak lagi bisa kulihat.
Dan malam itu aku menangis semakin dalam, karena akhirnya aku mengerti—
betapa menyakitkannya merasa dipeluk mama, ketika tangan sendiri tak bisa membalas pelukan itu lagi.
Pontianak, 4 September 2026