Tawa di Dapur Kecil
Karya: AYU SAPUTRIDi dapur kecilku,
kami duduk di kursi-kursi kecil
mengelilingi tungku, mencari hangat,
sementara ibu memasak.
Aku duduk di samping bapak,
sepiring nasi di tanganku.
Kami bercerita,
sampai gigi depanku tanggal.
Kami mencarinya ke mana-mana,
ternyata ada di bawah kaki.
Tawa pecah begitu saja,
sampai air mata mengalir.
Katanya, gigi yang tanggal
harus dilempar ke atas genting.
Aku melemparkannya sendiri,
percaya pada cerita waktu itu.
Kini aku masih duduk bersama keluarga,
namun pikiranku sering pergi,
sibuk dengan pekerjaan.
Kadang aku ingin menjadi anak kecil itu.
Bukan gigi yang ingin kucari kembali,
aku hanya ingin,
duduk sekali lagi
di samping bapak dengan sepiring nasi.
Jika suatu hari aku lupa cara tertawa,
peluk aku, Bapak, Ibu.
Bawa aku kembali pada hangat tungku,
tempat tawa kecilku pernah tumbuh.
Malang, 15 September 2026