Aku dalam Semoga Selanjutnya
Karya: Athiya Mutiara NaylaKala makian diramu dalam belenggu mutlak yang kaku.
Kala tawa direnggut penuh oleh sendu yang membisu.
Aku, lahir dari runtuh yang begitu megah.
Tumbuh dalam retak yang sangat sempurna.
Berkhayal binasa di hamparan bunga-bunga surga.
Aku, lahir sebagai jiwa penuh andai.
Tumbuh dalam raga yang mengharap usai.
Lalu mendamba, berkhayal, dan berandai.
Dalam gempuran badai akal yang kian pekat, yang mengunci dan menjerat.
Aku bertaruh pada semesta, bahwa tak akan ada lagi tangis selanjutnya.
Semoga.
Yogyakarta, 14 September 2026