Beban Sulung
Karya: Ashfiya NadaDi atas pundak yang tak kunjung dewasa,
terpaut asa yang mengabu dan hampa.
Sebagai sulung yang tertinggal jejak,
aku melangkah dalam ragu yang merajak.
Adik-adikku melaju menembus cita,
menoreh bangga di lembar cerita.
Sementara aku masih terjebak jelajah,
bermain-main di belantara salah,
menatap senyum orang tua yang pudar pasrah.
Tawa kekanakanku menjadi camuk sunyi,
menutupi bingung yang enggan berhenti.
Harapan mereka melayang terlalu tinggi,
sedang jiwaku tersesat tanpa kemudi.
Aku adalah sulung yang gagal bertumbuh,
menampung kecewa dalam dada yang runtuh.
Kediri, 14 September 2026