Senyum di Balik Air Mata Seorang Guru BK
Karya: Ari Izzatun AlafiyahDi balik senyum yang selalu merekah,
ada tangis yang diam-diam tumpah,
di balik suara yang berkata, “Tak apa, Nak,”
ada hati yang berkali-kali belajar tabah.
Aku bukan malaikat tanpa luka,
bukan pula manusia tanpa rasa,
aku hanya seorang guru BK
yang memilih tetap berdiri
ketika dunia kecil para santri
sedang kehilangan arah.
Ada yang datang membawa kecewa,
ada yang hadir dengan luka yang tak terlihat,
ada yang menangis karena rumahnya,
ada yang resah karena pertemanan,
ada yang diam karena merasa tak dipahami,
bahkan ada yang tersenyum
padahal hatinya sedang berantakan.
Aku mendengarkan…
meski kadang dadaku sendiri sesak.
Aku menenangkan…
meski air mataku ingin berontak.
Aku memberi nasihat…
meski terkadang aku pun
sedang membutuhkan nasihat.
Sebab di hadapan mereka,
aku harus menjadi teduh
meski hatiku sedang dilanda hujan.
Aku belajar tersenyum
bukan karena tak pernah menangis,
tetapi karena aku tahu,
senyumku mungkin adalah alasan
seorang santri kembali percaya
bahwa hidup masih punya harapan.
Banyumas, 14 September 2026