Luka yang Memeluk Diri
Karya: ANDI IMAM FIRDAUS AFRIANDIBagaikan senja yang tenggelam ke dalam pelukan malam yang terang, hening, dan sepi.Mungkin rasanya tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata semata.
Namun, rasa tersebut perlahan memberikan kehangatan.Kehangatan misterius yang menjelma sebagai penyembuh bagi luka yang amat dalam,walaupun duka itu tetap menyisakan bekas yang tidak pernah bisa hilang.
Kini aku hanya bisa terdiam merenung.Air mata jatuh pelan tanpa suara,membasahi pipi di tengah malam yang dingin.Biarlah tangis ini membasuh segala perih,hingga esok pagi membawa kesembuhan yang baru.
Sebab aku tahu, menangis bukanlah tanda aku kalah.Air mata ini adalah cara jiwa yang lelah untuk memeluk dirinya sendiri,sebelum kembali bangkit dan melangkah menemui dunia.
Labota, Sulawesi Tengah, 2 September 2026