Tawa yang Tak Pernah Padam
Karya: AmeliaDi sudut pagi yang basah oleh embun,
tawa kecil menari di antara daun,
menyusup lembut ke celah waktu,
mengusir sunyi yang lama membisu.
Ia datang tanpa diundang,
menyelinap dari sudut mata yang riang,
menghapus lelah yang mengendap lama,
memberi warna pada hari yang kelabu.
Anak-anak berlari di antara ilalang,
suara mereka pecah menjadi riang,
seolah dunia tak pernah menyimpan luka,
seolah hidup selalu penuh bahagia.
Tawa bukan sekadar bunyi yang lewat,
ia adalah doa yang terucap tanpa kata,
pengingat bahwa di tengah gelap sekalipun,
selalu ada cahaya yang menunggu ditemukan.
Maka biarkan tawa terus bergema,
menembus dinding waktu yang membeku,
sebab dalam setiap tawa yang tulus,
tersimpan harapan yang tak pernah padam.
Yogyakarta, 2 September 2026