Tangis yang Tak Pernah Pulang
Karya: AmeliaAku pernah menitipkan hati
pada seseorang yang kukira akan tinggal.
Namun suatu hari
ia pergi tanpa pamit,
meninggalkan tanya
yang tak menemukan jawab.
Aku menunggu
pada pesan yang tak dibalas,
pada kabar yang tak datang,
pada harapan yang perlahan padam.
Pikiran-pikiran itu tumbuh liar,
menggerogoti damai yang kusimpan,
hingga tubuhku ikut runtuh.
Di ruang rumah sakit,
aku belajar bahwa luka
tak selalu terlihat oleh mata.
Lalu kenyataan datang
lebih tajam dari perpisahan.
Kau melangkah ke arah yang berbeda,
sementara aku masih berdiri
di luka yang sama.
Sejak saat itu
aku menyimpan tangis
yang tak pernah selesai.
Kini aku tetap berjalan.
Namun ada sebagian diriku
yang tertinggal di masa lalu,
bersama tangis
yang tak pernah pulang.
Lamongan, 27 Agustus 2026