Melukis Gemuruh Tawa
Karya: Alya AlifiyantiDi bawah naungan langit yang tenang,
Langkah kaki menyusuri lorong waktu.
Ada cerita tersimpan dalam lipatan rasa,
Saat celoteh hangat menyapu sepi yang membisu.
Tawa itu pecah bagai benturan ombak di karang,
Menembus dinginnya malam yang kian pekat.
Bukan sekadar derai suara yang hilang,
Melainkan penawar bagi jiwa yang lelah terikat.
Setiap sudut ruang menyimpor kehangatan,
Saat kebahagiaan hadir tanpa syarat.
Menghapus duka yang sempat tertahan,
Menyisa pelukan persahabatan yang erat.
Biar waktu terus berjalan menepi,
Gelak tawa ini akan tetap abadi di dalam hati.
Bandung, 1 September 2026