Bisa yang Manis
Karya: Al Syairo Ikhdayana AnwarBulir bening kembali menyirami wajahku,
Darah lukaku pun masih sempat membeku,
Tetapi sungguh bengisnya dirimu,
Kembali kau meluluhlantakkan cinta dalam jiwaku.
Sendiri aku pilu,
Bahkan malam agaknya pun bosan mendegar isakku,
Dan angin pun kesal dengan segala titipan rindu padamu,
Tetapi apa dayaku, kasihku?
Orang-orang berkata bahwa kau adalah sari nestapa,
Sebagian lainnya berkata kau adalah bara yang melahap jiwa,
Tetapi bagiku kau adalah bisa yang manis,
Walaupun sering membuatku meringis.
Karanggede, 01 September 2026