TAWA DI DUSUN GABUG
Karya: Ahmad Syafiq SidqiDi Kalurahan Giricahyo, di tanah yang teduh,
kami menanam tawa di Dusun Gabug.
Ia bersemi di dapur umum,
sehangat nasi yang baru menggunung.
Hujan membobol tenda kami,
kasur dipindah ke balai warga.
Siapa pun boleh basah kuyup asal tertawa
malam itu panjang, penuh canda.
Kakek Pardi bercerita masa mudanya,
kami salah membaca pengumuman, lalu tertawa.
Foto bersama warga tak pernah rapi,
diganggu ayam yang berlari-lari.
Malamnya kami duduk melingkar,
makan jagung bakar di bawah bintang.
Pulang nanti biarlah kaki memar,
tawa kami bawa pulang, sisanya titipkan
agar Dusun Gabug tersenyum sambil menunggu kabar.
Yogyakarta, 12 September 2026