Ketabahan yang Sunyi
Karya: Afiqah Najwa Zumar SetiawanDi balik mata yang memilih diam,
ada hujan yang jatuh tanpa suara.
Ia mengalir membawa kata-kata
yang terlalu berat untuk diucapkan.
Tangis bukan selalu tanda kalah.
Kadang, ia adalah cara hati
mengakui bahwa langkah telah lelah,
sementara dunia terus meminta kuat.
Pada setiap tetes yang jatuh,
tersimpan luka yang pernah disembunyikan,
rindu yang belum menemukan pulang,
dan harapan yang hampir kehilangan cahaya.
Biarlah tangis mengalir malam ini.
Tidak semua kesedihan harus segera selesai.
Sebab setelah air mata mengering,
barangkali hati belajar kembali
untuk menerima pagi dengan tenang.
Aku percaya, tangis tidak selamanya menjadi akhir.
Ia dapat menjadi jalan sunyi
menuju diri yang lebih berani.
Kini biarkan malam memeluk rapuhmu,
menyimpan seluruh duka dalam pekatnya.
Sebab esok, di ujung jalan ini,
cahaya baru pasti menjemput pulang.
Surabaya, 5 September 2026