Penikam Senyaman Sutra
Karya: Afifah ShahiraAku membangun benteng dari gumpalan kepercayaan,
Merakit dinding dari derma ketulusan hulu,
Ku bentangkan kebaktian disetiap insan yang datang,
Sekeping hati kuhaturkan dengan kelembutan nan longgar.
Namun, setiap derma nan utuh ku haturkan,
Setelah Kembalinya, selalu membawa diam dilapisi penikaman senyaman sutra.
Sakit yang tak terlara,hati yang tersayat habis menangis akan ketulusan,
Purna sudah tabik percaya biadab insan penuh kelembutan.
Kini, ku bongkar batu demi batu terlontar oleh tetesan air penuh trauma,
Setiap tawa yang hadir, terdengar seperti seringai serigala yang memangsa,
Bisikan ramah berubah jadi gemuruh petaka,
Bekas luka terpana akan kelicikan nan pandai mencari makan.
Aku terasing dalam keramaian penuh kehancuran,
Bagaimana aku bisa buka pintu benteng yang telah dihancurkan berulang?
Ketika setiap pojok pertahanan didatangi oleh pengisi dihantui curiga yang menjamur,
Kini menjelma menjadi badai yang membuatku runtuh.
Aku lelah, memaafkan tajamnya paku yang sengaja di tancapkan,
Sementara perih robekannya ku tata ulang sendiri,
Kepercayaan itu kini menjelma menjadi abu yang kelabu,
Terbang bersama angin malam, meninggalkan aku yang membeku.
Bukittinggi, 1 September 2026