Tangisan tanpa suara
Karya: A. Nining PuspitasariAku berdiam di kamar,
menatap langit-langit sambil menelan rindu.
Tanpa kusadari, air mataku menetes.
Ada rasa rindu yang sulit untuk diungkapkan.
Aku menangis,
tanpa suara.
Menahan agar tak seorang pun mendengar tangisku,
sambil menatap foto kenangan bersamanya.
Setiap malam,
aku menangis
dan bertanya pada sepi,
"Mengapa aku harus kehilangan dirimu?"
Maafkan aku ayah,
karena belum bisa mengikhlaskanmu.
Aku berjanji akan merelakan kepergianmu,
tapi butuh waktu yang lama untuk sembuh dari semuanya.
Bulukumba, 23 agustus 2026