Dibaca: Memuat...
Tunggu Namaku
Karya: YuliyantiJalan ini pernah memberiku luka yang sama
Saat langkahku tertahan di ambang pintu cita
Lalu Tuhan membukakan jalan dengan cara-Nya
Menempatkanku di sini, mengabdi pada jiwa-jiwa manusia
Namun mimpi tak pernah berhenti bergerak
Ia menuntutku tumbuh, melompati batas kemampuan
Tapi saat keringat telah dicurahkan
Pengumuman itu kembali meretakkan jarak
Ada hening yang dingin menusuk hingga ke tulang dada
Hari itu aku kembali bekerja seperti biasa
Menjalankan tugas di tengah rasa yang mendadak beku
Melihat mereka di sampingku dengan sejuta kilauan
Langkah mereka tampak begitu ringan
Seketika kulihat bayanganku, mengecil dalam ragu
Bertanya pada diri: mengapa giliranku tak kunjung tiba?
Namun dari kedalaman sunyi, ada suara yang berbisik:
"Kamu kuat, kamu pantas, kamu belum selesai."
Ujian ini bukan pembatas, melainkan penyaring diri
Masa di mana aku ditempa agar lebih pantas memegang kendali
Aku tidak menyerah, tidak untuk hari ini, tidak untuk esok hari
Kekuatan ini nyata, lentera ini takkan pernah padam
Aku terus melangkah, menembus batas malam
Tunggu namaku di pintu berikutnya
Sebab kali ini, aku tumbuh dari luka yang sama
Batu, 29 Juli 2026