Merekah Setelah Perih
Karya: Vatihani Syifaan EdryansyahBegitu lihai kusembunyikan perih, meski lukanya tak kasat mata
Lekuk bibir yang selalu menghiasi wajah, menjadi penawarnya
Meski dengan penuh kesadaran, perlahan hal itu membunuhku
Namun, masih kupeluk duri yang sama hingga mati rasa.
Kesunyian yang tak asing, setia mendekap atma yang riuh
Kebingungan—dalam gelap yang menakutkan
Tetap kubiarkan air mata membasuh rasa takutku
Setidaknya, sesak yang mengikat perlahan terlepaskan.
Hembusan angin berbisik lembut
Menuntunku pulang pada jiwa yang tenang
Kutemui jalan keluar lewat berjuta pinta yang kusebut
Dan takkan lagi kutahan, meski sempat kepalang.
Kini, lekuk pelangi seakan erat mendekap
Perlahan atmaku merekah pulih
Air mata yang jatuh mulai menjemput harap
Tumbuh dan sembuh dari luka yang perih.
29 juli 2026