Karya: Tania Lim
Di sudut ruang yang gelap dan sunyi
air mata turun semakin deras
menyisihkan sembab yang baru
rintih lirih terdengar di sela angin yang hampa
meluapkan segala luka yang terpendam
raganya memang kuat
tetapi jiwanya membutuhkan sandaran
tak ada setitik pendar yang menyilaukannya
menyandingkan ia dengan gelap dan redup sebuah bulan
semakin lama semakin terlelap
seolah tidak ada lagi tulang yang menopangnya
senyumnya mengukir tangis,melambang kesakitan
biarlah malam membungkus segala luka ini
membasuh luka yang tak kunjung hilang
kini sunyi kembali merebut takhtanya
ketika dunia hanya melihat ia yang selalu tegar
Pontianak, 15 Agustus 2026