Dibaca: Memuat...
Terluka Tanpa WarnaKarya: SILVI NURZAYYINAH
Rasa sakit yang kian merayap di lipatan waktu,
Goresan terus menyayat tiada henti,
Kini menjelma menjadi raga yang tak kenal tawa.
Bayang-bayang masa lalu,
Terus menghalangi langkahku untuk kembali merajut asa.
Pembalasan mana yang setimpal bagi penderitaan setajam ini?
Oh semesta...
Betapa raga ini merindukan pendar cahaya yang dulu pernah ada.
Sampai kapan rasa sakit ini akan berakhir?
Sebab kehampaan ini kian menyiksa jiwa.
Bulir-bulir duka terus jatuh mengecup tanah,
Menenggelamkan spektrum warnaku ke dasar gelap gulita.
Haruskah perih ini menetap selamanya di sanubariku?
Tidak!
Aku ingin bebas,
Aku ingin lepas,
Aku ingin kembali tertawa tanpa sakit.
Datang dan temui aku di puncak rasa sesalmu, pria!
Subang, 26 Agustus 2026