Dibaca: Memuat...
Rembulan Malam Yang SirnaKarya: Seldiana Ninef
Aku berdiri dengan satu senyuman,
Mengingat sebuah kenangan manis
Seseorang yang pernah mampir sebentar
Menyapa sesuatu yang tak lama hidup.
Kau bocah dengan suara yang riuh,
Namun setiap suaramu membuatku terasa kembali hidup.
Aku tertawa lepas, rasanya bahagia sekali
Sampai lupa, waktu tak pernah menunggu.
Katamu;
Tawa adalah pelita dari lorong sunyi,
Ia datang tanpa mengetuk pintu,
Seperti pelangi sehabis hujan
Yang membuat hidup kembali punya makna.
kini tawa itu sirna,
Karna semesta sedikit tak berpihak
Lalu penyesalan sempat mengetuk malam yang sunyi;
Namun kini kurelakan dengan tenang.
Terima kasih karna pernah hadir
Tawa itu akan kusimpan,
Hanya untuk dikenang sebagai tanda,
Bahwa ada tawa yang membuatku benar-benar bahagia.
Kupang, 26 Agustus 2026