Tangis di Dalam Doa
Karya: Rosiyana Alya Putri TamiDi setiap sudut yang sunyi,
air mataku jatuh tanpa suara.
Di dalam kesepian,
aku selalu berdoa.
Aku selalu menangis,
aku selalu meneteskan air mata.
Aku duduk di tepi sudut,
sambil menundukkan kepala.
Aku menangis bukan karena aku lemah,
tetapi, itu adalah caraku untuk meluapkannya.
Ketika mulut tak mampu berbicara,
ketika tubuh tak mampu berdiri.
Aku tetap berdoa,
aku tak akan pernah berhenti berdoa,
sampai ajal menjemputku,
walau aku tak sebaik orang di luar sana.
Tangis,
air mata,
waktu,
usaha,
doa.
Semuanya rela aku korbankan demi menjadi hamba yang baik di hadapan Tuhanku.
Di balik itu semua, ada harapanku yang terus-menerus aku langitkan.
Aku tak akan pernah berhenti untuk berdoa sungguh-sungguh dan merenungi segala dosaku.
Aceh Tamiang, 28 Agustus 2026