Dibaca: Memuat...
Jejak Peluh Ayah Karya: Nusliana Sari Wahdah
Malam membelah jalanan Gunungkidul yang sunyi
Angin menusuk kulit, tetapi Ayah tidak peduli
Tepat setengah dua belas kita tiba di pelataran
Mencari sudut masjid untuk sekadar merebahkan badan
Di bawah remang lampu penerang jalan
Aku menatap punggungmu yang membungkuk pelan
Ada tangis yang mengendap di pelupuk mata
Bukan karena lelah, melainkan takut gagal membalas jasa
Helm kusam dan motor sewa menjadi saksi
Betapa keras langkahmu menuntunku ke pintu mimpi
Engkau tidak tidur demi menjagaku
Menjaga asa anakmu agar tidak runtuh
Air mata ini jatuh tanpa suara
Menetes pelan di antara hening malam
Ujian besok bukan lagi tentang lembar soal
Tapi, tentang peluhmu yang bertaruh tanpa kenal lelah
Maafkan anakmu ini, Ayah
Engkau rela tak memejamkan mata semalaman
Menjaga motor sewa yang mengantar langkahku menuju impian
Rembang, 26 Agustus 2026